Ayo di Setting biar Irit

Ane mau laporan nih..
Tanggal 21 may 2011, ane melakukan servis dengan keluhan boros konsumsi bbm every ane di ditech injection, bandung.. Rincian sebagai berikut:
– setel valve clearance
Intake 0.08 mm
Exhaust 0.12 mm
– calibrate injector (fogging & ultrasound clean)
– sensor check OBD II
– setel CO
Total 250.000

– ganti busi Denso K20PR-U
Gap 0.7 mm
@ 15.000, total 60.000

Total general 310.000

Hasil yang didapat:
– sebelum servis konsumsi bbm 6~7km/ltr
– setelah servis konsumsi bbm 11~11,67km/ltr
(Dihitung dengan isi bensin premium 30 liter jarak tempuh 330km, lalu isi bensin lagi 30 liter, pengisian kedua ini jarak tempuh 350km, dengan penurunan jarum indikator di posisi sama saat isi bensin pertama, selanjutnya berkisar antara 330-350km dalam kota)
Alhamdulillah sudah teratasi borosnya konsumsi bbm ane, walaupun belum sampe 15km/ltr tapi cukup lah daripada sebelumnya kayak pake mesin diatas 3000 cc konsumsinya.
Pertanyaan:
– om daniel, thanks sarannya.. Tapi kata pak didi (kepala mechanic ditech) jangan ganti sensor dulu, walaupun memang sensor CMP & CKP, maupun sensor oxygen ngga keliatan rusak atau tidaknya kalau cuma lemah. Jadi ane tunda dulu ganti sensor tersebut..
– om osvan, kira2 begitu cara bikin mobil jadi irit, insya Allah berhasil di mobil kawan-kawan yang lain…

Salam hormat saya…
Kindest Regards,
Andriy (oreio)

 

Om thanks atas sharingnya,

Valve clearance standar every adalah intake = 0.23 – 0.27, Exhaust = 0.20 – 0.30, setelah klep oleh ditech (dikwan) menurut saya terlalu rapet. efek setelah klep diluar standar pabrik saya kurang faham, tetapi biasanya kalau dibikin rapet bensin memang bisa lbh irit dengan konsekuensi tenaga diputaran bawah sedikit menurut coba dipake di tanjakan omapakah tenaga nya ok.
Terus terang saya lbh suka standar saja, dan saya juga engga ngerti setel CO itu bagaimana ? karena ECU every ini engga bisa diprogram kecuali diganti dengan type lain yg bisa diprogram. mungkinkah maksudnya cuman cek CO saja bukan disetel begitu juga calibrate injector mungkin maksudnya dibersihkan saja kali ya krn injektor juga tidak bisa disetel setel. Gap busi sudah bener, kalau setelah dibersihkan injektornya jd irit bagus om, mg selama ini injektornya kotor. Kalau every saya minum pertamax jarang pake premium jadi memang jarang kotor krn pertamax ada aditive untuk cleaning.

Daniel

 

Dear friends everiers,
Om daniel, Alhamdulillah di tanjakan masih oke, om.. Acceleration juga oke kok..
tapi mungkin karena inject hydrocarbon dari HCS, oh iya yang lupa saya ceritakan, saya pasang penghemat bbm HCS dari pakde bin (search di kaskus, keyword HCS, Hydrocarbon Cracking System).. Om farid, kalau saya sih pake HCS itu, Xpower belum pernah dengar sih..
Om daniel, setel CO itu maksudnya AFR di 1.0, jadi gas buangnya lebih bersih atau gimana gitu, lupa juga sih.. CMIIW.. Maklum saya ngga terlalu ngerti juga sbenernya, karena fokus utamanya ngejar lebih masuk akal aja konsumsi bbm nya biar ngga terlalu nguras kantong aja…
ECU ngga disetel, karena mungkin kalau mau remap harus pake manipulator semacam piggyback gitu ya? Tapi mahal juga sih itu (2jt-an), pengurangan konsumsi bbm juga ngga terlalu banyak…
Calibrate injector, betul cuma dibersihin aja, cuma ngebersihinnya dengan berbagai metode, seperti fogging, ultrasound clean, terus apa lagi ngga hapal juga, yang pasti makan waktu sekitar 30 menitan, injector ditaruh di tengah tabung kaca transparan di alat yang keluar angka2 tombol2 gitu lah… Terus si injector seperti di gurah gitu… Hehe
Saya masih awam sih om…
Fuel, iya sih bagusnya pake octane tinggi aja, kayak pertamax atau bbm impor yang lain itu (shell, total, petronas).. Tapi karena harganya beda jauh dengan premium, masih nilai ekonomis yang jadi pertimbangan..
Tapi sesekali saya oplos juga sih…
Oh saya juga mau menyambung pertanyaan om farid, untuk penghemat bbm, kalau pake hot pill yang dari griffon itu ngaruh ngga sih?
Kindest Regards,
Andriy (oreio)

 

Sekedar sharing saja

AFR 1.0 itu adalah definisi pembakaran ideal, seluruh sensor yang ada di every semua tujuanya satu yaitu memberi input kepada ECU untuk mencapai AFR 1.0 setelah suhu mesin mencapai ideal (jarum temperatur di atas “C”). Untuk every agar mencapai AFR 1.0 tidak bisa di setel manual (kecuali ECUnya sudah diganti yg programming), bila salah satu sensor fail maka AFR 1.0 akan sulit tercapai karena ECU mendapatkan laporan yang salah (akibat sensor rusak).

Mengenai bensin, melihat spek mesin every ini butuh oktan 80 jadi sebenernya tidak butuh pertamax. Alasan saya pake pertamax adalah supaya saya tidak usah cleaning injektor dan dulu sebelum tahun 2010 premium bandung belum bebas timbal seperti jakarta jadi engag berani pake premium. Setelah tahun 2010 saya sering campur pertamax plus + premium supaya tidak berat di kantong.

FYI injektor itu di bagian dratnya ada semacam kompon agar tidak bocor ketika dipasang di silinder head. Teoritis injektor tidak dirancang untuk secara reguler dibogkar pasang, bila maksa dibongkar pasang akan ada resiko bocor dan juga drat silinder head bisa aus kalau sampai aus perbaikanya akan mahal dan sulit kembali seperti semula. HCS itu gunanya untuk memecah molekul bensin secara fisika supaya gampang dibakar. Kalau sudah pakai pertamax mestinya tidak perlu pake HCS krn pertamax ada aditif (fungsinya sama seperti HCS tetapi dengan cara kimia)

Tergantung dari kita sendiri pemakai apakah resiko tersebut bisa diterima ? bila kita tanya ke penjual jasa cleaning injektor pasti mereka jawab perlu dibersihkan dan tidak apa apa dibongkar. Secara logika kalau mereka menjawab sebaliknya maka tidak ada yang mau membeli jasa mereka🙂. Bahasa pedagang khas om biar keren dan orang tertarik membeli jasanya

Menurut saya dalam kota 1:11 sudah termasuk irit secara every tanpa VVTI dan matic kalau mau 1:13 hrs perawatan ekstra, sensor selalu bersih dan bekerja optimal, tekanan angin ban tidak terlalu kempes dan paling penting juga cara nyetirnya.
Selamat om Andriy everynya sudah sehat
Daniel

 

mau lapor nih,
setelah di setel sama Ditech (intake 0.15, exhaust 0.20) hasil yg di dapat konsumsi bbm dalam kota dgn rute datar dan sedikit tanjakan (depok – warung buncit pp. lewat tanah baru, ciganjur, ragunan) adalah 1:6.94 di buletin jadi 1:7. (sangat boros mengingat mesin cuma 1300 cc)
Perubahan yg dirasakan tarikan jadi responsif tapi konsumsi bbm gak berubah (sebelumnya sekitar 1:7 dalam kota).
Planning, kayaknya mau coba setel ulang lagi utk dapetin yg ideal.
Maunya sih at least 1:10 dalam kota.
Ada masukan frenz?

cheers,
farid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: